Showing posts with label Konseling. Show all posts
Showing posts with label Konseling. Show all posts

Monday 19 July 2010

Cara Mendisiplinkan Anak Berdasarkan Umur

Mengajarkan disiplin pada anak memang bukan perkara mudah, tapi jika hal itu berhasil dilakukan maka kepuasan besar akan dirasakan orangtua. Dalam tahap perkembangannya, cara mendisiplinkan anak pastilah berbeda. Bagaimana caranya?

Penting bagi orangtua untuk menentukan dan mengajarkan anak-anak hal apa saja yang bisa diterima dan yang tidak dapat diterima, serta menetapkan batasan-batasan tapi tetap membuat anak merasa nyaman.

Dilansir dari SheKnows, Sabtu (17/7/2010), berikut cara mendisiplikan anak berdasarkan tingkat usia:

Balita (0-5 tahun)

Bila balita Anda rewel dan tak bisa diatur, jangan tangani dengan membiarkannya, karena hal tersebut hanya akan membuatnya semakin gelisah. Selain itu, jangan menghukum atau memarahi balita yang nakal.

Kenali hal-hal yang membuatnya tak bisa diatur. Lapar, lelah dan merasa terganggu mungkin menjadi alasannya. Mendisiplinkan balita cukup dengan memberi penjelasan yang baik dan dengan bahasa yang positif. Balita juga biasanya menyukai sentuhan lembut dari ibu, karena dengan begitu ia merasa terlindungi.

Anak-anak (6-10 tahun)

Jadikan waktu pertemuan keluarga sebagai ajang untuk mendisplinkan anak. Ajarkan anak untuk bertanggungjawab sejak dini, misalnya dengan mengajarkannya melakukan tugas rutinitas rumah.

Selain itu, jangan memberinya hukuman bila melakukan hal yang salah. Bicaralah dari hati ke hati, beri anak penjelasan bahwa yang ia lakukan salah dan ajarkan hal yang seharusnya ia lakukan.

Tween atau ABG (11-14 tahun)

Ketika bergerak ke arah remaja, anak biasanya akan mencari bukti agar orangtua tidak memperlakukannya seperti anak kecil lagi. Maka, bicaralah dengan tegas dan percaya diri, serta gunakan kata seminimum mungkin ketika Anda memintanya melakukan sesuatu.

Berikan penjelasan tentang mengapa si anak perlu melakukan sesuatu dan hanya lakukan hal tersebut bila ia bertanya tanpa merengek atau disertai dengan tindakan kasar atau lancang.

Hindari perlawanan, dengarkan si anak ketika ia sedang marah, tetapi beri juga dorongan untuk berdiskusi dan bernegosiasi dengannya. Berilah ia penjelasan dengan bahasa yang positif.

Remaja (15-18 tahun)

Mendisiplinkan remaja adalah hal besar yang membantu Anda untuk membimbingnya menuju tahap kedewasaan yang lebih baik.

Menciptakan kesiapan dengan meminta pendapat si anak tentang segala hal yang menurutnya benar atau salah perlu dilakukan. Karena orangtua juga perlu mengetahui bagaimana cara pandang anak terhadap sesuatu hal.

Untuk bicara dengan remaja, gunakan cara tulus yang menghargainya. Hal tersebut bisa membuat Anda lebih memahami sudut pandang saat ia memilah-milah kejadian dalam kehidupannya.

Tugas Anda sekarang adalah membantu si anak menemukan suaranya sendiri pada kepekaan hidup yang lebih baik untuk siap menghadapi tahap kedewasaan.(mer/ir-detik.com)

Thursday 20 May 2010

Depresi seorang ayah pasca kelahiran anak

Biasanya wanita yang baru melahirkan akan merasa depresi karena harus sering terbangun di malam hari. Tetapi sebuah penelitian menunjukkan bahwa pria atau ayah juga lebih mungkin mengalami depresi ketimbang ibu.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa satu dari sepuluh ayah telah ditemukan menderita depresi sebelum dan setelah istrinya melahirkan. Bahkan pada saat anak-anaknya sudah berusia 12 minggu, kemungkinan satu dari empat pria merasa sedih dan mengalami depresi.

Seperti dilansir dari Dailymail, Rabu (19/5/2010), peneliti Amerika Serikat mengamati gejala depresi pada pria ini bukan akibat pengaruh hormon, yang biasanya terjadi pada wanita. Dan lebih mungkin akibat tekanan sebagai seorang ayah baru.

Hal ini juga dipengaruhi dari beban biaya yang ditanggung untuk keperluan menyambut kelahiran si kecil dan memenuhi semua biaya hidupnya. Ini adalah tanggung jawab yang bertambah dari seorang ayah.

Ahli kesehatan mental juga berpendapat, hal ini disebabkan karena kebiasaan baru yang mengharuskan pria bangun di tengah malam di minggu-minggu awal, juga pekerjaan tambahan lainnya yang menyangkut keperluan bayi.

Penelitian ini menempatkan keseluruhan tingkat depresi pada ayah baru sebesar 10,4 persen, yaitu dua kali lipat dari perkiraan yang hanya 4,8 persen, untuk semua pria dalam periode 12 bulan.

Menurut penelitian Timur Virginia Medical School, sekitar 8 persen terpengaruh dalam 12 minggu sebelum dan setelah melahirkan.

Tim yang dipimpin oleh Dr James Paulson, meninjau 43 penelitian yang melibatkan 28.000 orang. Peneliti ini menemukan orangtua lebih cenderung akan mengalami penurunan atau depresi jika pasangannya juga mengalami penurunan tersebut.

Diperkirakan bahwa sekitar satu dari sepuluh wanita mengalami depresi setelah melahirkan, meskipun ia tidak pernah punya masalah kesehatan mental sebelumnya. Tanpa perawatan, kondisi ini dapat berlangsung selama berbulan-bulan.

Meskipun kebanyakan wanita hanya beberapa hari mengalami 'baby blues' atau depresi singkat pasca melahirkan, tapi depresi ini juga dapat menyerang sampai enam bulan kemudian.

"Depresi 'ayah baru' dapat menjadi serius karena pria memiliki tingkat emosional yang lebih besar, dan ini dapat berkembang pada perilakunya terhadap anak-anak," ujar Dr Paulson.

Hasil studi ini telah dilaporkan dalam jurnal American Medical Association.

Monday 17 May 2010

Komunikasi kunci kepuasan ML

Anda dan pasangan menginginkan ML dengan proses dan kenikmatan luar biasa? Untuk mendapatkannya mudah saja: berkomunikasilah. Seperti apa?

Untuk memulai hubungan ML, para ahli menyarankan agar Anda dan pasangan berbicara secara terbuka. Selama ini, berdasarkan berbagai kajian dalam kehidupan seksual, kurangnya komunikasi merupakan faktor yang menghambat dalam mendapatkan kepuasan ML. Tak hanya untuk Anda sebagai pria, namun juga pada perempuan pasangan Anda.

Kenyataannya, berdasarkan penelitian terhadap 400 responden di Indonesia, hasrat pria dan perempuan terhadap seks adalah sama. Tak jauh berbeda. Hasilnya, pria dan perempuan menyatakan belum terbiasa berbicara terbuka tentang ML apa yang sangat mereka inginkan sebelum, saat, dan sesudah bercinta.

Namun setelah menjalani survei, 400 responden itu mau berbicara secara terbuka tentang apa yang mereka harapkan saat melakukan hubungan ML dengan pasangannya. Berikut ini hasilnya:

Sebagian besar perempuan ingin mencoba hal-hal baru saat berada di atas ranjang percintaan. Namun untuk itu, perempuan menunggu pria mengajaknya. Jika pria melakukannya demi perempuan, kenikmatan seks luar biasa akan didapatkan sepanjang tahun percintaan.

Sekadar mengingatkan, sejujurnya itu bisa terjadi jika Anda para pria peka dengan keinginan perempuan. Sebenarnya terkadang hasrat seksual perempuan melebihi hasrat Anda, para pria.

Sesungguhnya, selama ini kebanyakan perempuan enggan mengajak pasangan prianya. Jadi kebiasaan itulah yang mulai saat ini perlahan-lahan harus dihilangkan. Dan, mulai sekarang biasakanlah untuk terbuka dalam hubungan percintaan.

Untuk itu, perempuan tak ada salahnya memulai dengan membiasakan diri mengajak pria dengan menggunakan kode-kode tertentu saat akan melakukan ML.

Menurut Dr Charles E Damping, SpKJ, psikiater dari RSCM yang mendalami masalah seksualitas manusia, bahwa dengan cara itu perempuan tak akan segan dan malu untuk mengajak pria lebih dahulu.

Namun jika kode rahasia masih tak mampu membuang rasa malunya, para pria sebaiknya memancing hasrat seksual perempuan. Goda seolah-olah perempuan seekor kucing yang sedang mengejar bulu yang diikat di seutas tali. Berikan perempuan kecupan mesra, lalu berhenti. Lebih dari itu, atau pria bisa membuka sebagian pakaian perempuan, remas, dengan lembut di sekitar pahanya, lalu menjauh.

Dengan demikian pria menunjukkan pada perempuan, bahwa pria tengah menunggu reaksinya untuk melakukan hal-hal yang luar biasa dalam bercinta. Tetapi, sebelumnya pria harus membuat perempuan pasangannya merasa nyaman. Tujuannya, agar perempuan tak ragu lagi melakukan hal-hal luar biasa yang pria inginkan saat ML/bercinta. [berbagai sumber]

Thursday 8 April 2010

Kecanduan pornografi online

Saat otak menafsirkan gambar porno, akan melepaskan adrenalin ke dalam aliran darah, mempercepat denyut jantung dan mengerutkan pembuluh darah. Tangan menjadi basah dan mata melebar.

"Pornografi online dengan kecanduan seks sama seperti kokain dengan kecanduan narkoba," kata Robert Weiss, Direktur Institut Pemulihan Seksual di Los Angeles. Weiss adalah konselor kecanduan seksual yang membantu membuat program pengobatan di militer AS.

Jika otak pecandu seks yang sedang melihat pornografi discan, maka persis seperti scan dari seseorang yang mencandu kokain, kata Weiss.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi?. Saat otak menafsirkan gambar-gambar porno, akan melepaskan adrenalin ke dalam aliran darah, mempercepat denyut jantung dan mengerutkan pembuluh darah. Tangan menjadi basah dan mata melebar.

"Ada peningkatan gairah tapi bukan gairah seksual, namun perubahan yang sangat fisik," kata Weiss.

Pada saat yang sama, kelenjar hipofisis dan hipotalamus mulai memompa endorfin, yang merupakan pereda nyeri alami tubuh dan endorphin. Seterusnya akan mengengkol produksi dopamin, suatu neurotransmiter yang membuka pusat kesenangan di otak dan memblok rasa sakit.

Masturbasi menaikkan dopamin menjadi makin banyak. Namun terlalu banyak dopamin dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kecanduan.

Sama seperti kecanduan lainnya, apa yang tinggi saat awal tidak cukup di kemudian hari. Dengan toleransi yang tumbuh, pecandu mengembangkan kebutuhan untuk pemaparan yang lebih besar, kata Weiss

ref :inilah.com

Tuesday 6 April 2010

Persamaan tertawa dan seks

Saat mendengar istilah seks dan tertawa, seseorang pasti akan berpikir bahwa dua kata tersebut sama-sama bisa membuat orang bahagia. Seks dan tertawa ternyata memiliki banyak kesamaan.

Misalnya seseorang bisa saja tertawa saat sedang melakukan hubungan seks, proses ini biasanya disertai oleh reaksi-reaksi biokimia yang kompleks sehingga dapat menurunkan hormon stres dan meningkatkan hormon kortison dan adrenalin.

Selain itu, seks dan tertawa sama-sama bisa membuat orang rileks karena meningkatkan gelombang endorfin sehingga membuat sistem kekebalan tubuh semakin kuat. Pada perempuan, kadar estrogen akan meningkat selama seks sehingga bisa menghindari sindrom PMS (premenstrual syndrome).

Seperti dikutip dari Geniusbeauty, Selasa (6/4/2010) tertawa selama melakukan hubungan seks dapat melipatgandakan porsi dari endorfin. Selain itu ada juga beberapa kesamaan lain antara seks dan tertawa, yaitu:

Mesin untuk olahraga
Tertawa, seks dan latihan fisik memiliki efek kesehatan yang sama. Para ilmuwan dari Stanford University memperkirakan bahwa tertawa 100 kali hampir sama dengan latihan fisik mendayung selama 10 menit. Saat tertawa tubuh melibatkan sekitar 80 otot dan lebih banyak tekanan pada otot perut yang dapat menjaga kesehatan saluran usus.

Sama halnya dengan seks, gairah seks dapat membakar hingga 200 kalori. Jumlah tersebut hampir sama dengan olahraga berjalan kaki selama 15 menit. Selama hubungan seks denyut jantung meningkat, hal ini sama seperti orang yang melakukan olahraga di pusat kebugaran.

Saat tertawa aktivitas otot wajah bekerja. Aktivitas dari otot wajah ini dapat membantu meningkatkan suplai darah ke otak. Hal ini memberikan kapasitas mental yang lebih baik dan ide segar atau keputusan pun bisa diambil. Penelitian terbaru juga menunjukkan hal yang sama terhadap manfaat seks bagi otak, yaitu orgasme dapat meningkatkan IQ seorang perempuan.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Baik tertawa ataupun seks bisa merangsang sistem kekebalan tubuh. Orang yang sering tertawa sangat jarang menderita flu, demam atau sakit lainnya. Hal ini karena saat tertawa tubuh mengaktifkan sel yang dapat membunuh penyakit dan sel ini diatur oleh sistem kekebalan tubuh.

Sedangkan seks juga memberikan efek yang sama persis, hasil dari aktivitas seksual dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Peneliti dari University of Pennsylvania menemukan orang yang melakukan hubungan seks 1-2 kali dalam seminggu memiliki kadar antibodi immunoglobulin A 30 persen lebih tinggi dibandingkan orang yang jarang berhubungan seks.

Seks dan tertawa memiliki fase yang sama
Studi tentang sistem saraf yang dilakukan departemen psikiatri dan psikoterapi University of Totonto, Kanada menunjukkan fakta bahwa otak perempuan menunjukkan zona yang sama saat sedang seks dan tertawa. Inilah sebabnya banyak perempuan yang mengalami perasaan seksual saat sedang tertawa.

Berikut ini kemiripan fase antara tertawa dan seks, yaitu:

  1. Fase pendahuluan. Selama tahap pertama tertawa yaitu pembukaan, leher, lengan dan suhu tubuh meningkat menyerupai apa yang terjadi saat seseorang memulai seks.
  2. Fase intercourse. Tahap selanjutnya dari tertawa adalah otot-otot wajah mulai mengencang dengan sendirinya, kulit menjadi lebih sensitif dan seseorang mulai bernapas dengan cepat. Kondisi ini juga terjadi selama seseorang mengalami orgasme.
  3. Fase setelah orgasme. Setelah tertawa terpingkal-pingkal, maka otot mulai rileks, suhu tubuh, pernapasan dan kulit kembali normal. Hal ini juga akan terjadi dengan sendirinya setelah seseorang mengalami orgasme.
Humor bisa memperkuat pernikahan
Tidak ada yang melarang orang tertawa saat sedang melakukan hubungan seks, selama tawa Anda tidak bermaksud mengejek pasangan. Tawa dan lelucon dapat diandalkan untuk memicu hubungan seksual dan menghindari kebosanan. Melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti seks dan tertawa bisa memperkuat ikatan pernikahan.

Menurut para ahli, memiliki sikap positif dan santai selama seks bisa meningkatkan kesempatan mereka untuk mencapai orgasme. Terlebih lagi pasangan yang menyukai humor akan memiliki ikatan pernikahan yang lebih kuat. Hubungan yang jenuh dan membosankan tidak bisa menjadi alasan bagi seseorang untuk selingkuh dari pernikahannya.

(ver/ir-detik.com)

Sunday 4 April 2010

Life is a choice

Sometimes we feel bored with our daily activities. There's a full day of their work but also from those who only work part time and even those that work only requires a few hours in their own homes. Life is a choice, all of which regulate our own, want to be successful or not, a lot of money or not, we ourselves who are trying to achieve it.

Others only became the driving and supporting our success. In this era we are faced with rapid technological advances. Technological progress is always accompanied by both positive and negative impacts. Our own back that determines whether we will be affected by positive and negative impacts.

A lot of temptations in the advancement of technology. Information technology and telecommunications have a significant increase in ratings. In the Internet media as one proof of the progress of information technology has also advanced rapidly. A lot of temptation on the Internet. Starting from online games, porn sites, online casinos, scam business and so forth. Back again, we own the choices we want a good or bad.

Moral strength, mental and spiritual is very important as technological progress filter. Education manners and courtesy should also be further enhanced. Life is choices, and we ourselves who determine where the direction of our lives. Life is full of struggle and none of the instant, all processes need to be something desirable

Saturday 3 April 2010

ML Luar Biasa dengan Empat Gerakan Yoga

Ingin kualitas hubungan seksual atau 'ML' Anda meningkat dan menjadi luar biasa? Gampang saja. Anda hanya melakukan empat gerakan yoga dengan teratur.

The Journal of Sexual Medicine dalam artikelnya menyatakan bahwa Anda bisa mendapatkan kepuasan seksual dengan orgasme luar biasa, jika melakukan yoga dengan teratur. Pernyataan ini meluruskan anggapan bahwa hal itu sudah ada sejak abad 4-6 Masehi.

Menurut praktisi medis, yoga mampu menangani masalah ejakulasi dini pada lelaki. Penulis Lori A. Brotto dari University of British Columbia, Michael Krychman dari The Southern California Center for Sexual Health and Survivorship Medicine, dan Pamela Jacobson dari The Healing Sanctuary Tustin California dan para ahli seksologi lainnya menjaminnya.

"Ingin kualitas seks Anda meningkatkan? Lakukanlah Yoga," kata Ellen Barret, penulis buku Sexy Yoga.

Ellen menjelaskan sejumlah gerakan yoga selain mampu melepaskan tubuh dari stres, juga mampu menjaga fleksibilitas tubuh. Aliran darah pun lancar mengalir di seluruh tubuh. Aliran darah inilah yang Anda butuhkan untuk menghangatkan hubungan percintaan.

Ellen pun menyarankan untuk melakukan empat gaya yoga. Jaminannya, kualitas hubungan seksual akan menjadi luar biasa.

Pemanasan Atas Bawah

Anda cukup berada dalam posisi berlutut. Letakkan kedua tangan di depan dengkul. Luruskanlah kepala menghadap depan. Tariklah napas, lalu perlahan turunkan pinggul ke bawah hingga dada terdorong maju, Anda harus ingat, saat melakukan gerakan ini, pastikan tulang ekor mengarah ke atas. Anda lalu cukup menghembuskan napas, angkat punggung ke atas perlahan-lahan. Biarkan perut berkontraksi. Pastikan saat gerakan ini, kepala menghadap bawah. Setelahnya kembali ke posisi awal.

Lakukan gerakan ini enam kali. Manfaatnya untuk menguatkan otot-otot kegel.

Soal ini Barret dan para pakar yoga menjelaskan, otot-otot kegel adalah otot yang berkontraksi saat kita orgasme.

Ular Kobra

Rebahkan tubuh Anda menghadap lantai. Biarkan kedua kaki lurus dan perut menyentuh lantai. Luruskan kedua tangan sehingga kuat menyangga tubuh bagian atas. Angkat perlahan tubuh bagian atas sambil meluruskan ujung kaki hingga menyentuh lantai.

Lalu turunkan tubuh hingga siku menekuk. Turunkanlah semampunya. Tahan sampai 20 detik. Angkat punggung secara perlahan. Kedua tangan menyangga tubuh bagian atas. Uujung kaki sebagai tumpuan tubuh bagian bawah. Tahan 20 detik. Lalu ulangi gerakan sebanyak enam kali.

Gerakan ini bermanfaat karena untuk mengeluarkan cakra hati kita yang mendukung saat berhubungan intim.

Anjing Tengkurap

Awali posisi Anda dengan tengkurap di atas matras. Letakkan pergelangan tangan 6-12 inci di depan bahu. Lutut terpisah selebar pinggul dan jari-jari kaki meringkuk di bawah. Lalu angkat lutut ke atas. lalu doronglah tulang ke ekor ke atas, hingga tubuh membentuk huruf V terbalik.

Secara perlahan gerakkanlah dada Anda ke arah paha sampai telinga. Jika mampu, lakukan sampai lengan atas, dengan mastikan kepala Anda tak menjuntai. Jaga juga agar pinggul terangkat, dengan mendorongnya kuat ke dalam tangan.

Gerakan ini bermanfaat menenangkan emosi. Para ahli setuju, ini gerakan tepat sebelum melakukan hubungan seksual yang tepat. Maklum, gerakan ini secara perlahan menghangatkan tubuh Anda.

Pohon Berdoa

Anda harus berada dalam posisi berdiri. Biarkan kaki terbuka sejajar dengan panggul, dan letakkan kedua tangan di samping tubuh. Angkat kaki kanan dan pindahkan berat badan di seluruh kaki kiri. Tekuk kaki kanan dan dengan bantuan tangan kanan. Letakkan kaki kanan di paha dalam kaki kiri, di atas lutut.

Seandainya Anda kesulitan menjaga keseimbangannya, letakkan kaki kanan di bawah lutut kaki kiri. Lalu satukan kedua tangan di depan dada seperti posisi berdoa. Tahan beberapa saat, lalu kembalikan kedua tangan pada posisi Anda berdiri. Setelahnya lakukan dengan kaki kiri.

Ulangi gerakan pohon dari awal. Hanya saja kali ini angkat kedua tangan ke atas kepala dengan kedua tangan yang terbuka sejajar pundak. Gambarkan tangan sebagai ranting-ranting pohon yang kuat dan stabil. Tahan beberapa saat. Lalu ulangi untuk tubuh bagian kanan.

Gerakan ini bermanfaat karena melatih Anda fokus dan menjaga emosi tetap stabil. Emosi yang terjaga tetap baik akan menambah kualitas hubungan seksual. [mor-inilah.com]

Memilih waktu efektif bercinta

Kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan percintaan? Pagi, siang atau malam hari? Jawabannya adalah....

Portal berita femalefirst di Inggris, belum lama ini melakukan survei terhadap 1.000 pembacanya. Survei itu untuk mengukur waktu bercinta paling efektif. Pagi, siang, atau malam hari?

Hasilnya, lebih dari setengah peserta survei menganggap performa lebih baik di pagi hari. Sebanyak 77% peserta survei wanita yakin penampilan mereka mulai dari rambut hingga ujung kaki jauh lebih segar di pagi hari.

Apa yang kaum wanita katakan, kaum pria mendukungnya. Survei menyatakan, 82% pria yang ikut survei mengakui daya tarik perempuan lebih kuat di pagi hari.

Kesimpulannya, kaum pria dan wanita ternyata setuju bahwa melakuan hubungan seksual sangat menyenangkan adalah di pagi hari. Waktu bercinta di pagi hari yang memiliki waktu yang lebih pendek itu, justru merupakan hal positif. Hasilnya, sebanyak 83% peserta survei menyetujuinya. [aji/mor-inilah.com]

Sunday 21 March 2010

Internet sebagai pilihan remaja untuk memecahkan masalah

Mayoritas anak muda menggunakan internet untuk menyelesaikan masalah pribadi dan bukan bertanya pada kedua orang tuanya, menurut sebuah studi terbaru.

Sebanyak 9 dari 10 remaja yang berusia di bawah 25 tahun mengatakan bahwa mereka menggunakan internet untuk membantunya dalam menyelesaikan masalah pribadi.

Survei menemukan bahwa hanya sepertiga anak muda yang pergi ke ibunya untuk mendiskusikan masalahnya, dan dalam angka yang lebih kecil, 1 dari 20 orang yang berbicara kepada ayahnya.

Polling itu dilakukan terhadap 1000 orang oleh Maximiles Surveys bekerjasama dengan Get Connected, badan nasional yang membantu orang dengan usia di bawah 25 tahun.

Andrew McKnight, Kepala Board of Trustees for Get Connected mengatakan, “hasil tersebut menunjukkan bahwa masih ada kebutuhan bagi anak muda untuk bisa memverifikasikan informasi yang ditemukan secara online dan dalam banyak kasus sejumlah besar informasi yang tersedia di internet tampaknya lebih memperburuk kekhawatiran mereka lebih jauh.” [ito-inilah.com]

Wednesday 10 March 2010

Mengapa Wanita Tertarik pada Pria yang Sudah Berpasangan

Barbara De Angelis, Ph.D, pakar hubungan, mengungkapkan dalam bukunya, Ask Barbara, ada beberapa alasan mengapa Anda tertarik dengan pasangan yang tidak bisa dimiliki. Berikut paparan Barbara.

Merasa ditinggalkan salah seorang orangtua saat kecil
Sejak kecil Anda merasa tidak pernah mendapat dukungan dari orang terdekat sehingga ketika dewasa Anda mengulangi pola ini lagi dengan cara mencari pasangan yang tidak bisa mendukung Anda sepenuhnya juga.

Tidak percaya diri
Bisa jadi karena berasal dari keluarga yang sangat berantakan, atau selalu dikritik, diabaikan, dan dilecehkan, ketika dewasa Anda mungkin merasa tidak berhak mendapatkan seorang pasangan yang baik. Anda tidak pernah percaya bahwa orang baik-baik akan memilih Anda sebagai pasangan hidupnya.

Anda takut pada keintiman
Terlibat dalam suatu hubungan dengan seseorang yang tidak bisa mencintai Anda sepenuhnya merupakan cara yang tepat untuk menghindari keintiman. Mungkin ini dilatarbelakangi oleh pengalaman masa kecil Anda yang tidak menyenangkan. Akibatnya, Anda menemukan zona nyaman dengan memilih pasangan-pasangan yang tidak memungkinkan Anda membangun komitmen.

Anda bisa keluar dari jeratan cinta ini kalau mau memilih meninggalkan si Mr Right, Wrong Time. Sampai Anda bisa terbebas dari pola ini secara emosional, sebaiknya mencoba puasa hubungan untuk sementara waktu. Tidak berkencan dan tidak berhubungan secara intim dengan pria, apa pun bentuknya. Ini akan membuat Anda kuat, menyembuhkan kehampaan, dan bisa berpikir jernih tentang pasangan yang Anda butuhkan dalam kehidupan sekarang dan masa mendatang.

(Ika Nurul Syifaa/Majalah Chic)

Tuesday 9 March 2010

Menggunakan "Parental Control Software" untuk Anak

Sejak ditemukan pada tahun 1960-an, teknologi internet memberi akses informasi luas bagi setiap umat manusia. Hal ini tentu memberi dampak yang positif, karena pertukaran informasi dari segala penjuru dunia baik itu berupa tulisan atau gambar bisa dilakukan dalam sekejap. Cakrawala pengetahuan pun makin bertambah luas.

Namun, saking luasnya informasi yang bisa didapat, tak jarang kehadiran internet justru memberi dampak yang negatif dengan semua tampilannya, apalagi bagi anak-anak di bawah umur. Barangkali inilah salah satu ketakutan paling besar dari para orangtua dan guru untuk mndukung anak-anak menyambungkan diri ke internet.

Situs-situs yang mengandung unsur pornografi, kekerasan, obat-obatan, alkohol, perjudian, serta penggunaan senjata adalah sesuatu yang harus dihindari oleh anak-anak. Untuk itulah pengawasan perlu dilakukan. Jika Anda menggunakan Microsoft Internet Explorer, Anda bisamenggunakan fasilitas internet option yang ada di dalamnya untuk mencegah akses ke situs yang berdampak negatif bagi anak. Atau dengan memasang parental control software di dalam komputer.

Parental control software adalah perangkat lunak yang memungkinkan orangtua memonitor aktivitas anak-anak pada komputer. Bahkan perangkat lunak ini bisa digunakan untuk membatasi informasi macam apa yang boleh dan tidak boleh untuk diakses sesuai dengan pilihan Anda. Dengan pembatasan diri ini, kekhawatiran akan dampak buruk internet pada anak, bisa dihindari.

Untuk mendapatkan perangkat lunak ini pun tak terlampau rumit, semua tergantung dari kemampuan kocek dan fitur tambahan apa saja yang ada dalam parental control software itu, karena kini program sejenis dengan mudah bisa ditemui dengan kelebihannya masing-masing.

Anda bisa mendapatkannya dengan download di internet yang biasanya tersedia dalam empat versi, yaitu retail, demo (versi demonstrasi dari software yang sebenarnya), shareware (pemakai dipersilakan memakai program secara gratis selama masih dalam batas waktu pemakaian), dan freeware (perangkat lunak yang didistribusikan secara gratis oleh si pembuatnya). Situs-situs yang menyediakan parental control software ini misalnya, www.we-blocker.com, www.chibrow.com. atau www.webkeys.com.

Sampai sekarang parental control software adalah satu langkah yang dinilai efektif dalam membatasi akses ke situs internet yang dianggap negatif. Di negara Barat sendiri, konon aturan aturan untuk menggunakan software ini sangat ketat. Akan tetapi, bimbingan dan pengarahan dari orangtua tetap penting untuk membatasi hal buruk dari dunia yang tidak terbatas ini.

Sumber: Kompas Klasika

Berbagai Risiko Pacaran di Usia Belia

Sebagai remaja, putra atau putri Anda tentu ingin merasakan indahnya masa pacaran. Pada masa itu, yang mereka lihat dan rasakan hanya yang indah-indah saja. Mereka belum mampu mengendalikan perasaannya sehingga ketika ada sesuatu yang tak beres menimpa dirinya, ia tak mau percaya bahwa dirinya telah menjadi korban.

Sebagai orangtua, sebaiknya orangtua lebih banyak berdialog dengan si ABG tentang berbagai resiko pacaran. Anda bisa memberikan peringatan apabila anak mengenal sang pacar dari dunia maya atau yang bukan dari lingkungan pergaulannya sehari-hari. Dengan sering berdialog, baik anak maupun orangtua bisa lebih bijak menanggapi situasi jika mendapati si ABG berada dalam kesulitan.

Kepada anak, berikan penjelasan bahwa inilah yang mungkin akan ia hadapi:


1. Kehamilan dan penularan penyakit menular seksual
Anak yang berpacaran di usia dini mengarah pada kemungkinan yang lebih besar untuk melakukan hubungan seksual. Hal itu sangat memungkinkan terjadinya kehamilan dan penularan penyakit menular seksual (PMS). Menurut The Centers for Disease Control (CDC), kelompok remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) adalah kelompok umur yang memiliki risiko paling tinggi untuk tertular PMS.

2. Kekerasan fisik
Koalisi Antikekerasan di Alabama menyebutkan bahwa satu dari tiga anak mengalami kekerasan fisik selama pacaran usia dini. Bentuknya seperti mendorong, memukul, mencekik, dan membunuh. Kejahatan tersebut sangat tertutup karena pihak korban ataupun pelaku tidak mengakui adanya masalah selama hubungan kencan. Penyebab kekerasan fisik pada remaja di antaranya kecemburuan, sifat posesif, dan temperamen dari pasangan si anak remaja. Pelaku, misalnya, mengontrol cara berpakaian si anak. Hal itu sebenarnya adalah bentuk kekerasan, yang sering kali dilihat oleh si anak sebagai bentuk perhatian.

3. Kekerasan seksual
Pemerkosaan dalam pacaran adalah bentuk kekerasan seksual dalam pacaran. Komisi Nasional Antikekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Indonesia mengategorikan kekerasan jenis itu sebagai kekerasan dalam pacaran (KDP). KDP secara seksual terjadi ketika seseorang diserang secara seksual oleh orang lain yang dikenal dan dipercaya, seperti teman kencan. Kekerasan seksual dapat juga terjadi saat korban mabuk di suatu pesta, misalnya. Pesta menjadi ajang yang paling mudah bagi pelaku untuk mengincar remaja dengan lebih dahulu memberikan narkoba, kemudian menjadikannya korban kekerasan seksual.

4. Predator internet
Predator internet biasanya orang dewasa yang menampilkan dirinya sebagai remaja di internet dengan mengubah statusnya. Mereka berusaha manarik perhatian remaja pengguna internet. Mereka adalah pelaku seksual yang sering kali menjanjikan hadiah, mengundang remaja ke pesta-pesta supaya target bersedia berhubungan dengannya. Predator internet ini biasanya menggunakan sarana chatting dalam menjaring target. Situs jejaring sosial seperti Facebook menjadi alat ampuh. Pelaku menampilkan diri dengan meyakinkan, misalkan dengan foto atau profil yang seakan-akan masih remaja.


Sumber: LiveStrong

Tanda-tanda Anak Korban Bullying

Tak sedikit anak yang bercerita kepada orangtuanya bahwa mereka mengalami tindak kekerasan (bullying) di sekolah. Namun, menurut Ken Rigby dalam buku Children and Bullying, setidaknya 50 persen anak laki-laki dan 35 persen anak perempuan yang telah di-bully, tutup mulut dan tidak melaporkan kepada orangtuanya.

Karena itu, Rigby meminta orangtua agar lebih memperhatikan anak-anaknya. Orangtua selayaknya curiga bila melihat tanda-tanda yang menunjukkan anaknya kemungkinan mendapat kekerasan di sekolah.

"Tanda-tanda ini hanya panduan. Namun, semakin banyak tanda yang muncul, semakin besar kemungkinan anak Anda mengalami bullying," tulis Rigby.

Ia merinci tanda-tanda yang bisa diamati pada anak yang mengalami bullying.

Fisik
- Muncul lebam, tergores, atau luka yang tak bisa dijelaskan.
- Baju dan barang bawaan robek atau rusak.

Psikosomatis
- Nyeri yang tidak spesifik, sakit kepala, sakit perut, atau muncul sariawan.

Perilaku Terkait Sekolah
- Rasa takut saat berangkat atau pulang sekolah.
- Perubahan rute ke sekolah.
- Takut naik bus atau angkutan umum.
- Minta diantarkan ke sekolah.
- Tidak mau sekolah atau kehilangan gairah belajar.
- Pelajaran dan tugas sekolah mulai merosot.
- Sepulang sekolah anak kelaparan karena uang jajan dipalak atau diminta secara paksa oleh orang lain.
- Minta uang tambahan atau mencuri uang untuk diberikan kepada pem-bully.

Perubahan Dalam Perilaku Sosial
- Jumlah teman berkurang.
- Tidak ingin keluar rumah.
- Jarang diundang teman untuk datang ke rumah mereka.

Indikator Emosional
- Terlihat kesal, mudah marah, tidak bahagia, sendirian, mudah menangis, tertekan, memisahkan diri dari lingkungan, dan depresi.
- Berpikir untuk bunuh diri dan perubahan suasana hati atau mood yang negatif.

Terjadi Perubahan Perilaku yang Mengkhawatirkan
- Susah makan atau malah terlalu banyak makan.
- Sulit tidur, mimpi buruk, mengompol, menangis saat tidur.

Indikator Kesehatan yang Memburuk
- Mudah lelah atau melorot kondisi fisiknya.
- Menjadi rentan terhadap infeksi dan mudah kambuh penyakitnya.
- Mengancam atau ingin bunuh diri.

(dee/Tabloid Gaya Hidup Sehat)

Waspada Bullying Anak di Dunia Maya

Robin M. Kowalski, Ph. D, dan Patricia W. Agatston, Ph.D, dalam buku Cyber Bullying menjelaskan bahwa bullying bisa juga terjadi melalui dunia maya. Kowalski, Limber, dan Agatston memaparkan sejumlah metode yang bisa digunakan untuk cyber bullying dalam berbagai teknologi komunikasi yang berkembang saat ini.

Chatting
Para remaja dan anak masa kini pasti suka chatting. Ngobrol di dunia maya ini memungkinkan terjadinya komunikasi secara real time.

Pem-bully dapat mengirimkan pesan bernada ancaman atau marah-marah kepada target. Pem-bully juga bisa menggunakan identitas korban untuk berkomunikasi dengan orang lain dan menyebarkan pesan bernada ancaman pula.

Surat Elektronik
Merupakan metode paling sering yang digunakan untuk cyber bullying. Melalui surat elektronik (surel), seseorang dapat mengirimkan pesan menjelek-jelekkan kepada ratusan, bahkan ribuan orang dengan hanya memencet satu tuts saja. Seseorang yang ingin mempermalukan target bisa mengirimkan gambar atau informasi lain tentang seseorang ke ratusan atau ribuan orang dalam waktu bersamaan.

Meski surel mudah ditelusuri, tak ada yang bisa memastikan kalau seseorang dengan identitas itulah yang benar-benar mengirimkannya. Bisa jadi orang lain dengan mudah masuk ke identitas surel itu karena tahu kata kuncinya.

Pesan Singkat
Penggunaan pesan singkat melalui telepon seluler pada anak remaja sungguh menakjubkan. Mereka bisa dengan cepat mengetik pesan untuk dikirimkan kepada orang lain. Sayangnya, pesan singkat ini kadang digunakan dengan tidak tepat, untuk memberi contekan kepada teman lain ketika sedang ujian, misalnya. Di sisi lain, pesan singkat juga dapat digunakan sebagai alat cyber bullying.

Jejaring Sosial
Friendster, Facebook, Myspace, atau Twitter dapat menjadi jalur cyber bullying. Dalam Facebook misalnya, seseorang bisa mengetahui ia berteman dengan siapa, berhubungan dengan siapa, serta memungkinkan seseorang memberi komentar atas orang tersebut. Pem-bully bisa saja berkomentar jelek atau menjelek-jelekkan orang lain.

Blog
Jurnal online ini bisa juga digunakan untuk cyber bully. Seorang remaja dapat menggunakan blog untuk merusak reputasi atau menyerbu privasi remaja lain. Contohnya, remaja yang baru putus pacaran bisa menuliskan informasi memalukan tentang mantan pacarnya.

Selain blog, situs maupun games di internet dapat pula dijadikan alat untuk melakukan cyber bullying.

(dee/Tabloid Gaya Hidup Sehat)

Jangan Biarkan Anak Mencari Perhatian di Facebook

Siapa tak kenal Facebook? Situs jejaring sosial tersebut telah menarik minat 1.333.649 user di Indonesia pada 2009, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negara pengguna Facebook nomor satu di Asia Tenggara, dan nomor tujuh di dunia. Pesona Facebook yang menyediakan sederet fitur yang memungkinkan penggunanya berinteraksi langsung seperti chatting, tagging foto, blogging, dan bermain games itu, mampu menarik rasa penasaran orangtua, remaja, hingga anak-anak.

Sari, misalnya. Gadis kecil, yang masih duduk di kelas VI SD ini, selalu menyempatkan diri membuka aplikasi Facebook melalui ponsel kakaknya. Sebelum berangkat sekolah, Sari tak mau ketinggalan meng-update status di Facebook.

Jika tak ada ponsel beraplikasi Facebook, atau komputer berakses internet di rumah, anak-anak seperti Sari selalu menyempatkan diri mengunjungi warung internet sepulang sekolah. Begitu pula Aida (10). Karena tak punya akses internet di rumahnya, hampir setiap hari Aida pergi ke warnet untuk melihat notifikasi pada Facebook-nya.

"Atau main Farmville. Abis makan, minta duit, main," ujar Aida yang ditemui Kompas.com pada Jumat (19/2/2010).

Boleh dibilang hampir setiap hari Sari dan kawan-kawannya berusaha terus terakses dengan situs pertemanan dunia maya tersebut. Jika demikian kondisinya, apa pengaruhnya pada kehidupan sosial anak?

Psikolog anak Universitas Indonesia, Mayke S. Tedjasaputra, saat dihubungi Kompas.com hari Kamis (18/2/2010) berpendapat, penggunaan Facebook oleh anak usia dini seperti usia sekolah dasar dapat memperkenalkan perilaku negatif tertentu kepada anak. Hal tersebut dikarenakan, menurut Mayke, dengan Facebook anak dapat melacak kemana pun, mengenal siapa pun yang tidak pernah mereka lihat rupanya atau ekspresinya. Sehingga, anak-anak mudah ditipu melalui Facebook.

"Mereka bisa berkenalan dengan seseorang yang memanfaatkan mereka, mengajarkan hal-hal yang mengagumkan sampai anak-anak terkesima, mengajarkan perilaku tertentu, hingga yang negatif, seperti ajakan berhubungan intim," katanya.

Apalagi sebagai anak, kata Mayke, Sari atau Aida belum dapat memilah kepada siapa harus berteman di Facebook, dan kepada siapa tidak harus berteman. "Semua kembali kepada komunikasi orangtua dan anak. Keluarga adalah perisai utama di rumah. Lingkungan bisa memberi pengaruh apa saja pada anak," paparnya.

Dikatakan Mayke, orangtua memang tidak dapat mencegah penggunaan Facebook oleh anak. Namun, lanjutnya, orangtua dapat memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya agar sang anak tidak mencari perhatian orang lain di dunia maya.

"Kalau orangtua tidak memberi perhatian kepada anaknya, anak bisa mencari perhatian dari dunia luar. Bisa saja terjadi seperti NT (Nova, remaja yang diduga lari dengan teman Facebook-nya) yang berkenalan dengan teman Facebook," imbuh Mayke.

Perhatian pada anak, serta komunikasi yang terlain lancar antara orangtua dan anak, dapat menjadi perisai utama menghadang terpaan dampak negatif Facebook pada anak.

sumber : inilah.com

Jika Si Kecil Suka Menggigit dan Memukul

Banyak orangtua yang mengatakan bahwa mengasuh anak perempuan lebih sulit daripada mengasuh anak laki-laki. Hal ini sedikit banyak ada benarnya. Anak perempuan yang sangat aktif dan emosional lebih sulit ”dikendalikan” ketimbang anak laki-laki dengan karakter yang sama. Aktifnya anak perempuan ditandai dengan ciri-ciri tidak bisa diam di satu tempat, cepat penasaran dan mencari jawabannya, tidak menerima masukan dari orang lain, sensitif, suka berteriak (marah), dan melakukan kekerasan fisik yang belum mereka sadari secara langsung.

”Mereka tidak sadar kalau perbuatannya bisa melukai dan menyakiti orang lain,” ujar Dr Michael H Popkin, PhD, pendiri Active Parenting Publishers. Ia juga mengatakan bahwa keadaan seperti itu (marah, memukul, dan menggigit) adalah cara yang primitif dalam menghadapi rasa frustrasi.

Sebagai orangtua, Anda bertugas untuk menenangkan dan memberikan masukan kepada anak agar tidak menyakiti orang lain. Dengan demikian, anak bisa mengendalikan amarahnya dan mampu mengurangi hal-hal negatif yang berhubungan dengan kekerasan fisik.

Anak-anak yang pemarah harus dihadapi saat mereka sudah tenang. Jika Anda berusaha menenangkannya saat mereka tengah marah, mereka tidak akan mendengarkan Anda dan bahkan akan melawan.

Setelah mereka tenang, bicarakan baik-baik bahwa mengigit dan melakukan kekerasan tidak baik dilakukan oleh anak perempuan. Konsekuensinya, ia akan ditinggalkan oleh teman-temannya.

Kalaupun ia menolak dan tetap melakukan yang sama, coba alihkan untuk memukul bantal atau boneka. Jika ia tetap melawan, memukul, dan menggigit, jangan ragu untuk memberikan hukuman. Misalnya, memasukkannya dalam kamar yang sepi hanya berdua dan katakan, misalnya, ”Menggigit dan memukul bukan dilakukan oleh manusia. Hanya hewan saja yang menggigit”.

Setelah amarahnya reda, ajak ia untuk melakukan aktivitas yang ia sukai dan mulailah menjelaskan perbuatannya yang buruk. Lakukan berulang hingga ia paham dan mau berubah.


Sumber: ParentsConnect

Saturday 6 March 2010

Belajar Lewat DVD Tak Efektif Buat Anak

Orangtua sering membelikan anaknya DVD untuk membantunya belajar mengenal huruf atau angka. Namun laporan yang muncul justru menunjukkan tidak adanya tanda-tanda peningkatan kemampuan belajar pada anak lewat cara itu.

Anak-anak usia 12-24 bulan yang belajar melalui video pendidikan, secara keseluruhan tidak menunjukkan bukti adanya peningkatan pembelajarannya dalam hal bahasa atau kata-kata. Hasil ini dilaporkan dalam Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine.

Anak di bawah 2 tahun setiap harinya bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam berada di depan televisi. Rata-rata anak ini menonton program yang dirancang untuk kelompok usia 6 bulan. Produsen mengklaim bahwa media ini bisa mengarahkan anak-anak untuk belajar mengenai kosa kata, tapi hal ini belum terbukti.

Rebekah A. Richert, Ph.D dan rekannya dari University of California, Riverside menganalisa kemampuan kosakata dari 96 anak usia 12-24 bulan.

Anak-anak itu diuji mengenai pengukuran kosakata serta perkembangannya secara umum dan pengasuhnya juga ditanya mengenai perkembangan anak-anaknya sebelum dan sesudah menonton video pendidikan. Setengah dari anak-anak ini diberi DVD pendidikan untuk ditonton di rumah.

Setelah dilakukan tes selama 6 minggu, peneliti tidak menemukan bukti adanya peningkatan pembelajaran pada anak yang diberikan video pendidikan. Tapi didapatkan data bahwa anak yang menonton video pada usia terlalu dini justru memiliki skor lebih rendah dalam hal pengetahuan kosakata.

Diduga keterlambatan perkembangan bahasa anak yang menonton DVD karena hanya terjadi komunikasi satu arah saja yaitu anak hanya mendengar dan melihat.

Sedangkan yang dibutuhkan oleh anak dalam tahap perkembangannya adalah komunikasi dua arah yang bisa mendorong anak untuk berlatih mengucapkan kosa kata tersebut.

Jika menonton video saja, sangat kecil bayi ikut terlibat mengucapkan dan mengingat kosa kata sehingga tidak mungkin bisa meningkatkan perkembangan bahasanya. Tetap saja diperlukan pengasuh yang membantu anak mempelajari kata-kata tersebut.

"Kami menyimpulkan bahwa orangtua, praktisi dan pembuat program juga mempertimbangkan berbagai faktor kognitif yang berkaitan dengan perkembangan anak, sehingga proses pembelajaran bisa sesuai dengan yang diharapkan," ujar penulis, seperti dikutip dari ScienceDaily, Jumat (5/3/2010).

Anak-anak usia tersebut masih butuh mengembangkan kemampuan untuk dapat membedakan banyak hal dan pemahamannya terhadap simbol-simbol tertentu. Karena itu peran orangtua dan pengasuh tetap diperlukan untuk perkembangan anak, serta jangan membiarkan anak belajar sendiri hanya melalui video pendidikan saja.

Penelitian ini sebenarnya tidak jauh beda dengan penelitian yang dilakukan oleh Jean Gross yang menemukan bahwa sebesar tiga persen dari bayi yang memiliki masalah kesulitan bicara disebabkan karena terlau banyak menonton televisi.

(ver/ir-health.detik.com)

Saturday 13 February 2010

Vibrator bisa menyebabkan kecanduan?

Vibrator adalah alat bantu seks yang banyak digunakan perempuan. Alat ini muncul karena banyak perempuan yang kesulitan mencapai orgasme. Dengan vibrator saraf-saraf sekitar vagina yang aktif semakin banyak yang membuat perempuan mudah orgasme.

Tapi mulai ada kekhawatiran di negara-negara barat, vibrator akan membuat perempuan menjadi kecanduan dan berisiko menjadikannya sebagai pengganti pasangan intim. Vibrator digunakan di luar vagina untuk merangsang klitoris.

Dapatkah seorang wanita menjadi begitu tak terkendali dalam menggunakan vibrator?

Pakar seks dan penulis buku seks Dr Yvonne K. Fulbright mengatakan tidak ada yang salah dalam menggunakan vibrator dalam melakukan hubungan seks.

"Tidak ada yang berbahaya, tidak ada yang buruk atau tidak sehat tentang penggunaan vibrator," ujar Dr Yvonne seperti dilansir dari FoxNews, Jumat (12/2/2010).

Diakuinya memang ada beberapa kasus perempuan yang menggunakan vibrator karena sulit mencapai klimaks ketika melakukannya sendiri atau bersama pasangannya tanpa alat ini.

Menurutnya ada dua alasan kenapa vibrator banyak disukai perempuan:
1. Adanya rangsangan klitoris.
Vibrator memberikan sensasi langsung dan kuat terhadap 8.000 ujung saraf di mahkota perempuan. Daerah ini seringkali tidak cukup mendapat perhatian selama melakukan seks.

2. Adanya respons tubuh.
Tubuh akan belajar merespon dengan cara dan pola tertentu setelah menggunakan vibrator.

Wanita yang menggunakan vibrator umumnya mengaku waktunya lebih efisien dan bisa mencapai kenikmatan seperti orgasme serta tidak membuatnya patah semangat karena sulit mencapai orgasme saat berhubungan intim.

Wanita terutama di negara-negara barat juga mengaku lebih senang dan aman menggunakan sex toy ketimbang harus melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang mungkin memiliki penyakit menular.

Untuk menghindari kecanduan vibrator, Dr Yvonne menyarankan perempuan jangan menjadikan ini sebagai kegiatan rutin. Ubahlah cara penggunaanya misalnya dengan menggunakannya di tangan yang bisa membantu mengistirahatkan tangan dan hindari berfantasi yang berlebihan.

Dr Yvonne mengatakan jangan sampai alat bantu seks membuat wanita cenderung memilih masturbasi daripada bersama pasangannya karena itu tidak sehat untuk hubungan mereka nantinya. Menikah lebih sehat daripada melakukan seks sendirian.

(ir/ver-detik)

Vibrator bisa menyebabkan kecanduan?

Vibrator adalah alat bantu seks yang banyak digunakan perempuan. Alat ini muncul karena banyak perempuan yang kesulitan mencapai orgasme. Dengan vibrator saraf-saraf sekitar vagina yang aktif semakin banyak yang membuat perempuan mudah orgasme.

Tapi mulai ada kekhawatiran di negara-negara barat, vibrator akan membuat perempuan menjadi kecanduan dan berisiko menjadikannya sebagai pengganti pasangan intim. Vibrator digunakan di luar vagina untuk merangsang klitoris.

Dapatkah seorang wanita menjadi begitu tak terkendali dalam menggunakan vibrator?

Pakar seks dan penulis buku seks Dr Yvonne K. Fulbright mengatakan tidak ada yang salah dalam menggunakan vibrator dalam melakukan hubungan seks.

"Tidak ada yang berbahaya, tidak ada yang buruk atau tidak sehat tentang penggunaan vibrator," ujar Dr Yvonne seperti dilansir dari FoxNews, Jumat (12/2/2010).

Diakuinya memang ada beberapa kasus perempuan yang menggunakan vibrator karena sulit mencapai klimaks ketika melakukannya sendiri atau bersama pasangannya tanpa alat ini.

Menurutnya ada dua alasan kenapa vibrator banyak disukai perempuan:
1. Adanya rangsangan klitoris.
Vibrator memberikan sensasi langsung dan kuat terhadap 8.000 ujung saraf di mahkota perempuan. Daerah ini seringkali tidak cukup mendapat perhatian selama melakukan seks.

2. Adanya respons tubuh.
Tubuh akan belajar merespon dengan cara dan pola tertentu setelah menggunakan vibrator.

Wanita yang menggunakan vibrator umumnya mengaku waktunya lebih efisien dan bisa mencapai kenikmatan seperti orgasme serta tidak membuatnya patah semangat karena sulit mencapai orgasme saat berhubungan intim.

Wanita terutama di negara-negara barat juga mengaku lebih senang dan aman menggunakan sex toy ketimbang harus melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang mungkin memiliki penyakit menular.

Untuk menghindari kecanduan vibrator, Dr Yvonne menyarankan perempuan jangan menjadikan ini sebagai kegiatan rutin. Ubahlah cara penggunaanya misalnya dengan menggunakannya di tangan yang bisa membantu mengistirahatkan tangan dan hindari berfantasi yang berlebihan.

Dr Yvonne mengatakan jangan sampai alat bantu seks membuat wanita cenderung memilih masturbasi daripada bersama pasangannya karena itu tidak sehat untuk hubungan mereka nantinya. Menikah lebih sehat daripada melakukan seks sendirian.

(ir/ver-detik)

Thursday 11 February 2010

Standarkah Ciuman Anda?

Anda pasti pernah berciuman. Namun, yakinkah ciuman Anda sudah sesuai enam standar berciuman yang baik dan benar? Inilah standarnya.

Pertama, pastikan Anda mengosok gigi sebelum berkencan. Tak ada ciuman yang lebih buruk dari mencium seseorang yang aroma mulutnya tak sedap. Demi menghindari itu, sebaiknya biasakan makan permen mint. Lakukan segera, jangan sampai menunggu saat akan mencium pasangan.

Kedua, selalu biasakan bibir dalam keadaan basah saat berciuman. Basahi bibir anda dengan sedikit sapuan lidah. Jangan gunakan pelembab bibir, karena akan membuat ciuman terasa aneh. Apalagi menggunakan lipstick tebal, kecuali jika pasangan Anda mau menggunakan lipstick serupa.

Ketiga, posisikan diri untuk selalu dekat pasangan. Saat sudah dekat, miringkan sedikit kepala Anda menyesuaikan dengan kepala pasangan. Arah yang berlawanan itu membuat ciuman akan terasa nyaman dan pastinya tak akan bertabrakan.

Keempat, tepat saat sebelum bibir Anda saling beradu dalam sentuhan, pejamkan mata Anda tanpa beban. Memang ada banyak orang yang suka membuka matanya saat berciuman, namun menutup matalah yang paling disarankan.

Kelima, bukalah sedikit bibir seperti mengatup sebelum menyentuh bibirnya, dengan tetap bernafas melalui hidung. Ketika bibir bersentuhan, berilah sedikit tekanan dengan sepenuh hati. Anda lalu dapat menggerakkan bibir memutar perlahan atau biarkanlah menempel pada bibir pasangan Anda.

Keenam, Anda bisa melakukan ciuman seperti yang biasa diberikan nenek Anda. Seandainya anda memilih menutup mulut, ini merupakan tanda this is as far as it goes. Gaya ciuman ini sangat sesuai untuk hello good bye atau first time kiss bila Anda gugup. [aji/mor]